Error ArcGIS Upgrade dan XTools Pro pada Windows 7
Coba-coba pasang ArcGIS, Update 9.3.1, XTools Pro 5.2 di Windows 7 (build 7260) mendapati banyak error. Memasang ArcGIS 9.3 sih tidak masalah. Windows 7 dapat menampungnya dengan baik. Saat update ke versi 9.3.1 terdapat error seperti di bawah. Memasang XTools Pro 5.2 pun error.
Microsoft.VC80.OpenMP,type=”win32″,version=”8.0.50727.762″,publicKey Token=”1fc8b3b9a1e18e3b”,processorArchitecture=”x86″‘. Please refer to Help and Support for more information. HRESULT: 0×800736FD. assembly interface: IAssemblyCacheItem, function: Commit, component: {1E507087-0819-45E0-A01F-C8B3B9A1E18E}
Usut punya usut, ternyata Windows 7 membatasi penulisan registry. Rupanya update ArcGIS 9.3.1 dan XTools mencoba menulis registry banyak sekali melebihi ukuran yang diperbolehkan oleh setting standar.
Berikut adalah cara agar limit penulisan registry dapat diperbesar
- Buka START > ALL PROGRAMS > ACCESORIES > RUN. Perintah RUN dapat diakses juga dengan kombinasi TOMBOL WINDOWS + R
- Ketik REGEDIT untuk membuka Registry Editor
- Jika ada pertanyaan UAC (User Account Control) pilih YES
- Pilih HKEY_LOCAL_MACHINE
- Pilih System
- Pilih CurrentControlSet
- Pilih Control
- Double Klik pada RegistrySizeLimit. Secara default nilainya adalah 5d00000 atau 97517568
- Isi dengan angka yang lebih besar seperti ffffffff atau 4294967295
- Klik OK
- Restart Komputer
- Instal kembali Update ArcGIS 9.3.1 dan XTools Pro
Masalah ini bisa ditemui juga untuk instalasi software/update yang menulis registry melebihi limit standard.
Mengatasi Error Buka MXD pada ArcGIS 9.3.1 dan XTools Pro 5.2
Beberapa teman mengeluhkan gagalnya membuka Project ArcGIS yang dibuat saat belum upgrade ke ArcGIS 9.3.1 setelah melakukan instal XTools Pro 5.2 . Saya memberi pilihan sebagai berikut
(1) Xtools Pro dibuang/uninstal
(2) Sedikit trik di ArcCatalog terhadap MXD yang dibuat oleh ArcMap sebelum versi 9.3.1 (Read more…)
Download XTools Pro 5.2 untuk ArcGIS 9.x
Web induk http://www.gistutorial.net merilis artikel tentang download Xtools Pro 5.2 yang merupakan ekstensi yang sangat powerful di ArcGIS 9.x. Bagi anda yang ingin request versi yang tidak dibatasi dipersilakan memberi komentar di web tersebut. Berikut cuplikan tool-tool yang ada pada XTools Pro 5.2 untuk ArcGIS 9.x.
XTools Pro memiliki banyak fungsi seperti berikut : (Read more…)
Tags : arcgis, download, download xtools, Ekstensi, xtool, xtools
Instal Extensi Bertipe DLL
Terdapat beberapa tipe instal ekstensi di ArcGIS. Salah satu tipe ekstensi yang paling umum adalah berekstensi DLL. Kalau boleh dianalogikan dengan ArcView 3.x, DLL di ArcGIS mungkin serupa dengan AVX di ArcView 3.x, yaitu ekstensi yang sangat sederhana karena hanya terdiri dari satu file. Tapi bukan berarti fungsionalitasnya juga sederhana lho. Berikut adalah cara instalasi ekstensi DLL di ArcGIS. (Read more…)
Tags : arcmap, arcview, customize, dll, Ekstensi, Instal, kustomisasi, register
Beberapa Tips CAD di ArcMap
ArcGIS dan software GIS secara umum sering dibandingkan dengan CAD (Computer Aided Design) seperti Autocad. Salah satu kelemahan GIS katanya kurang tool untuk menggambar (drawing) secara detail dan teliti. Jika anda pengguna Autocad tentu mengetahui bahwa Autocad memberi fasilitas editing per segmen yang sangat banyak. (Read more…)
ArcGIS Geoprocessing Wizard 9.2
Geoprocessing di ArcGIS sudah tersedia lengkap di Toolbox. Namun, kita harus mencari-cari dulu dimana Buffer, Clip, Dissolve, Intersect, Union, dan Merge berada.
- Download Geoprocessing wizard di http://www.filefactory.com/file/a1g5659/n/GeoprocessingWizard_9.2.zip
- Ekstrak di mana saja asalkan relatif permanen di komputer. Saya sarankan buat folder kosong di C:\Program Files\ArcGIS untuk menampung ekstensi ini (atau ekstensi-ekstensi yang lain) (Read more…)
Tags : analisa gis, Append, Buffer, clip, Dissolve, download, Geoprocessing, geoprosesing, Intersect, Merge, tool, Union, wizard
Membuat Shapefile Baru di ArcMap
Secara default, ArcGIS membeirkan fasilitas pembuatan data baru (shapefile, geodatabase, dll) di ArcCatalog baru kemudian dipanggil ke ArcMap. Bagi sebagian orang, cara ini cukup merepotkan karena jarang orang yang mau membuka ArcCatalog saat bekerja dengan ArcMap karena akan menyedot sumberdaya komputer tentunya. Meskipun demikian, banyak cara agar kita bisa membuat shapefile baru di ArcMap, salah satunya (banyak cara yang lain) adalah sebagai berikut: (Read more…)
Tags : arcmap, baru, customize, Data, file, new file, shapefile
Membuat Patch Sungai Sendiri
Saat membuat LEGEND, ArcMap menyediakan beberapa pilihan dalam menampilkan fitur garis seperti Sungai. Secara default, hanya ada piliha PATCH berupa Flowing Water ![]()
Berikut adalah cara membuat Patch Sungai sendiri
- Buka ArcMap
- Buka Layout View (Read more…)
Membuka Format ECW di ArcGIS.
ER Mapper Compression Format (ECW) menurut saya adalah format yang pyramid-nya paling mantap. Jauh lebih cepat dibandingkan dengan konsep pyramid native di ArcGIS (RRD). Sebagai contoh, saya menggabungkan 70-an lembar Peta RBI skala 1:50.000 menjadi satu kesatuan, kemudian mengomperssnya dengan kompresi 1:20 hasilnya adalah satu file ukuran 412 MB yang kalau dibuka di ArcGIS hampir tidak membuat komputer puyeng. (Read more…)
Set Layer Aktif Sebagai Layer yang Dapat Dipilih
Jika anda adalah pengguna ArcView 3.x dan kemudian bermigrasi ke ArcGIS 9.3, salah satu kesulitan yang dihadapi mengelola selection. Kita terkadang bingun layer yang mana yang sedang dipilih. Hal ini disebabkan fasilitas ArcGIS yang dapat melakukan multiple selection pada beberapa layer. (Read more…)
Tags :
Mengembalikan Table of Content yang ‘Hilang’
Beberapa teman saya yang memulai belajar ArcGIS mengalami hal yang cukup menghebohkan, yaitu hilangnya adaftar layer yang secara default ada di sebelah kiri bidang layar ArcMap. Ini memang sepele, tapi berdasarkan pengalaman tersebut menyiratkan pentingnya memahami terminologi bagian-bagian ArcMap. Mungkin yang bersangkutan ngantuk saat membahas masalah terminologi bagian-bagian ArcMap.
Mengembalikan Table of Content dapat dilakukan dengan cara sederhana
- Klik menu Window
- Klik Table of Contents
- Selesai
Seandainya tahu bahwa bagian ArcMap yang berisi daftar layer itu Table of Contents, tentu sangat mudah mencari solusi pemecahannya dengan mencoba-coba membuka menu satu per satu.
North Arrow Berubah Menjadi Aneh di File PDF
Ekspor layout ke format PDF adalah salah satu pilihan tepat untuk membuat satu format file siap print tapi juga mudah untuk dibuka dan umum dipakai. Format PDF lebih baik dibandingkan dengan format image seperti JPG, TIF, GIF, dsb karena format kertas masih dijaga dengan baik. Salah satu keanehan umum bagi pemula GIS yang sering dijumpai saat melakukan ekspor layout ke PDF adalah berubahnya North Arrow saat file tersebut dibuka di komputer yang tidak terinstall ArcGIS. Solusinya adalah sebagai berikut.
Cara 1:
Saat mendistribusikan file PDF ke pihak lain, sertakan juga file esri_40.ttf yang ada di direktori C:\windows\font. Mita disalin ke direktori yang sama di komputer yang akan digunakan membuka file PDF.
Cara 2:
Saat melakukan ekspor ke PDF, lakukan langkah seperti berikut
- Klik menu File > Eksport Map
- Pilih save as type: PDF
- Buka jendela Option agar terbuka. Terdapat tiga tab: General, Format, Advance
- Buka tab Format
- Aktifkan Embed All Document Fonts
- Setelah setting lain OK, Klik Save
Tags : arah utara, copy, Ekspor, font, Layout, north arrow, pdf, portable, salin, utara
Install ETSurface Versi 20 untuk ArcGIS 9.2 above
- Download ETSurface20_92_Setup di http://www.filefactory.com/file/a1efdc5/n/ET_Surface_2.0_for_ArcGIS_9.2_and_above.zip
- Jalankan file setup.exe
- Pilih Next
- Pilih I Agree. Pilih Next
- Tentukan folder installasi. Klik Next.
- Pilih Next untuk menjalankan proses instalasi.
- Setelah ada pesan instalasi selesai, Klik Close
- Di ArcMap, akan ada satu toolbar baru dengan nama ET Surface. Silakan aktifkan dari menu Tools > Customize
Install ETGeoTools Versi 95 (ArcGIS 92 above)
- Download ETGeotools Versi 95 dihttp://www.filefactory.com/file/a1efc7d/n/ET_GeoTools_9.5_for_ArcGIS_9.2_and_above
- Jalankan file ETGeoTools95_92.exe
- Pilih I agree with the above terms and conditions. Klik Next.
- Tentukan destination directory (atau biarkan default). Klik Start.
- Akan ada jendela konfirmasi instalasi sudah selesai. Klik OK.
- Buka ArcMap.
- Akan tersedia beberapa toolbar baru di ArcMap. Klik di menu Tools > Customize.
- Aktifkan toolbar ET Attributes, ET Cogo, ET GeoTools, ET Graphic, ET Miscellanaeous
Tags : Ekstensi, et, etgeotool, etgeotools, free
Instal ET Geowizards 9.9 (ArcGIS 9.2 above)
ET Geowizards sangat handal dalam melakukan analisa-analisa spasial umum di ArcGIS. ET Geowizard dapat diumpamakan sebagai Edit Tools (ET 3.6) di ArcView 3.x
- Download ET Geowizards Versi 9.9 (ArcGIS 9.2 above) di http://www.filefactory.com/file/a1efc7e/n/ETGeoWizards99_92.zip (6.6 Mb)
- Jalankan file ETGeoWizards99_92.exe
- Pilih I agree with above terms and conditions. Klik Next
- Tentukan direktori tujuan (atau biarkan default). Klik Start
- Setelah selesai Klik OK
- Buka ArcMap. Sebuah ikon ET Geowizard
sudah muncul di ArcMap.
Tags : Ekstensi, et, etgeowizard, tool
Kegunaan Tombol C di ArcMap
ArcGIS memiliki banyak shortcut yang dapat digunakan untuk mempermudah penggunaan ArcGIS. Khusus di ArcMap ada satu tombol yang mungkin paling sering operator gunakan, yaitu tombol C.
Kegunaan tombol C adalah untuk mengubah mode apa pun (selection, Editing, dsb) menjadi Pan
. Tombol C ini sangat berguna saat melakukan editing. Jadi saat melakukan editing, kita perlu menggeser data view, kita tidak perlu Klik ke ikon Pan, cukup dengan menekan tombol C maka kursos akan berubah menjadi Pan
.
Have fun
Mengganti Full Extent di ArcMap
Zoom to Full Extent adalah alat ampuh untuk kembali dari ketersesatan mengeksplor ArcMap. Namun jika data yang kita load di ArcMap cukup besar, Zoom to Full Extent menghambat kerja kita. Alangkah baiknya kita membuat Full Extent sendiri sesuai area of interest dari project kita agar saat melakukan Zoom to Full Extent komputer tidak ngos-ngosan. Caranya adalah sebagai berikut.
- Zoom ke area of interest kita.
- Double click Data Frame
- Pilih tab Data Frame
- Aktifkan pilihan Other di Extent Used by Full Extent Command
- Klik pada Specify Extent
- Pilih lah Current Visible Extent (misal)
- Klik OK untuk mengeksekusi
Dengan cara tersebut, saat kita melakukan zoom to full extent, tidak akan zoom ke semua layer melainkan hanya daerah yang kita inginkan saja.
Clip Data Frame
Saat bekerja dengan data yang besar, kita akan terkendala dengan kinerja ArcMap. Untuk mengurangi beban ArcMap, kita bisa membuang sementara bagian yang di luar dari area of interest dengan mengclip data frame
- Double click Data Frame
- Pilih tab Data Frame
- Klik pada tanda Enable
- Klik Specify Shape untuk mengatur area clip
- Pilih salah satu (a) Current Visibility, (b) Outline of Features, dan (c) Custom Extent.
- Klik OK untuk mengeksekusi
Clip data frame tidak benar-benar melakukan clip semua data, hanya tidak menampilkan data-data di luar area clip. Ini sangat bermanfaat untuk mengurangi beban komputer melakukan render data yang besar dan cakupan luas.
Mencari dan Mengganti Path Data yang Dirujuk Project MXD
ArcGIS masih menggunakan beberapa file dalam satu project. File project itu sendiri (MXD) hanya mengatur bagaimana data ditampilkan. Data yang dirujuk tetap berada pada tempatnya. Hal ini sangat menguntungkan untuk updating, karena cukup mengupdate database, semua project yang merujuk akan berubah. Karena hal ini pula, terkadang menyulitkan untuk memindah data.
Untuk mencari dan mengganti rujukan data (path) dapat dilakukan sebagai berikut:
- Buka ArcCatalog
- Cari file MXD yang akan di ganti path nya
- Klik kanan di file MXD yang bersangkatan, Pilih Set Data Source(s)…
- Ganti New Data Source berdasarkan lokasi data yang baru
- Pengeditan masal dapat dilakukan dengan Klik pada Select All kemudian Replace All
- Klik OK untuk konfirmasi
Tags : Data, mxd, path, project, proyek, source, sumber data
Menambah Field Tipe Double
Ketika menambahkan filed bertipe double, terkadang operator sering berpikir dahulu dan membuka catatan apa yang dimaksud dengan precision dan scale dalam tipe double tersebut.
Precision; adalah jumlah karakter dalam field secara kesuluruhan termasuk satu karakter untuk tanda desimal
Scale ; adalah jumlah karakter di belakang tanda desimal (jumlah desimal)
Contoh
angka 245.245
memiliki precision = 7 dan scale = 3
